Sejarah Singkat Pencak Organisasi

Pencak organisasi adalah sebuah sekolah seni bela diri pencak silat yang lahir untuk mempertahankan Republik Indonesia melalui pemuda Indonesia yang merupakan patriot yang mencintai Indonesia. Didirikan pada era kolonial Belanda.

Tepatnya pada tanggal 1 Agustus 1927. Ditulis oleh Bpk. Maigen Imam Suwidjay (Pendikar Sitia Hatti) dari (Lumagang) dan Ayang Tjokro Harsono (Pendikar Simandi Makan Puteh) dari Puyonegoro. Keduanya sepakat untuk mengembangkan SILAT sebagai “PENCAK ORGANISASI”.

Rabu, 30 Maret 2011
Tanggal pendirian organisasi “Macan Putih” Pencak di Bojonegoro
Organisasi Pencak Bojonegoro

Sejarah organisasi PENCAK
“M A C A N P U T I H”
BOJONEGORO
Sebagai berikut:

Ayah dari Mijin Soikha “I (persahabatan yang sehat) adalah seorang teman Karibia

Aiyang Tjokro Harsono (Persetujuan Film CIMANDE Putih), BELIAU adalah karakter yang menarik untuk pengangkutan para pejuang di Belanda, sebuah perjanjian untuk memberikan ruang sains kepada para pemuda Indonesia dengan ruang sains di Belanda

Pena peraturan didirikan pada 1 Agustus 1927 di Bogonegoro (berdasarkan dokumen Bogonegoro). Ada dua situs sejarah di Bogonegoro dan Lumigang.
BELIAU untuk keduanya telah dikembangkan dan dikembangkan seni bela diri dengan nama organisasi PENCAK.
Hingga saat ini, masih dimungkinkan untuk melihat evolusi organisasi dalam organisasi.

Organisasi Pencak Bojonegoro
Pencak silat ini didirikan pada 1 Agustus 1927
Di Bojonegoro Residence dan di Lumajang.
Sejarah Organisasi Pentajak Dibuat oleh Ayan Tjokro Harsono (atau sebagai Pelatih Residen dan Pelatih di Resident Bogonegoro pada tahun 1927)
Dan: Bpk. Mayjen Imam Soedjai (Vander Wijk) dari Lumajang. Serta dengan tokoh-tokoh gerakan nasional:
Abi Kisno atau disebut juga (Ir. Soekarno) – HOS. Tjokro Aminoto atau disebut juga (Guru Bangsa) – Douwes Dekker atau disebut juga (Dr. Setia Budi) – Ki Hajar Dewantara.


Dia adalah kepribadian dari gerakan bangsa Indonesia. Selama masa kolonial Belanda.

Selama masa pendidikannya di Yogyakarta Eyang Arief Soeradi atau juga dipanggil Eyang Tjokro Harsono, ia adalah siswa favorit atau bocah emas Pak HOS. Tjokro Aminoto sehingga nama Tjokro Harsono adalah hadiah dari Pak HOS Tjokro Aminoto sebagai apresiasi atas keluarganya dari Krabat “Tjokro”.

Iang Arev Suradi Tjokro Harsono adalah seorang pejuang seni bela diri di Simandi Makan Puteh dan merupakan teman Pak Imam Swidjai, seorang prajurit silat dari Sitia Hathi yang juga seorang jenderal besar pada waktu itu yang juga disebut Vander Vik Indonesia. Karena / atau setingkat dengan jenderal Belanda, pada waktu itu Belanda menyebutnya Vander Wijk Insdonesia.

Bagaimana nama Pentjak Organisatie berasal, temukan, dan setuju? Mari kita lihat percakapan mereka berdua.

Dari hasil diskusi dan pertukaran antara Eyang U. Tjokro Harsono dan Mr. Imam Soedjai, keduanya sepakat untuk menggabungkan seni bela diri dengan nama P.O. (Pentjak Organisatie) “Inilah masalahnya, imam, mari gabungkan seni bela diri kami dengan hati yang setia dan saya dengan gerakan Macan Putih Cimande, dan kami menyebut gerakan ini P. P. Way, gerakan Pentjak Organisatie.

Saya setuju bahwa di mana pun kami menggunakan nama Pentjak Organisatie samean di wilayah timur (Lumajang) dan saya di wilayah barat (Bojonegoro). ”Kemudian P.O berdiri dan berkembang di Lumajang, di Bojonegoro, dan seluruh N.KR.I.

Ulang Tahun ke-85 P.O. Kami berharap bahwa kami tidak dapat melawan dan mengembangkan P.O. Sampai ketinggian kemuliaan. Salam, persaudaraan.

Mari kita baca Surat Al-Fateh, yang hadiahnya kami kirimkan kepada keduanya sebagai tanda hormat dan terima kasih kepada Anda bahwa pengetahuannya telah mencapai kita dengan manfaat yang baik.

Artikel dilansir dari Ilmunik.com

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*